Mistarnews.com
BUNGO — Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 2.000 masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di sejumlah titik di Kota Muara Bungo, Rabu (14/10/2026).

Pembagian masker tersebut menyasar kawasan Simpang Bundaran Air Mancur, Pasar Bawah, dan Pasar Atas Muara Bungo. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan polusi udara, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan.

Selain pembagian masker di pusat keramaian, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo juga memperluas jangkauan kegiatan melalui 19 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bungo.
Melalui jaringan pelayanan kesehatan tersebut, masyarakat diharapkan mendapatkan akses terhadap masker sekaligus informasi mengenai langkah-langkah pencegahan gangguan kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Dinkes Libatkan 19 Puskesmas
Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo turut menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui media massa dan jajaran Puskesmas. Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan asap, seperti batuk berkepanjangan, iritasi mata, dan sesak napas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Safarudin, menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk.

Kelompok tersebut meliputi bayi, balita, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Mereka dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih terdampak kabut asap.
Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang semakin memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan diri, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan sebelum menggendong bayi.
Konsumsi sayur dan buah tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Sementara itu, aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dikurangi apabila paparan asap sedang tinggi.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sangat penting. Kami mengimbau warga agar mengikuti anjuran kesehatan, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, dan membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan,” imbuhnya.
Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa pembagian masker merupakan salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel berbahaya. Namun, efektivitas perlindungan juga bergantung pada jenis masker dan cara penggunaannya.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan imbauan kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Pemeriksaan medis perlu segera dilakukan apabila muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, iritasi mata, atau sesak napas.
Melalui pembagian masker dan edukasi kesehatan yang melibatkan 19 Puskesmas, Pemerintah Kabupaten Bungo berharap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan. Upaya perlindungan masyarakat tersebut perlu diiringi kewaspadaan warga dan penanganan karhutla secara berkelanjutan agar sumber asap tidak semakin meluas.(jufri)














