Peduli Dampak karhutla PD Nasyiatul’Aisyiyah Bungo Bagikan Ribuan Masker Gratis Demi Kesehatan Dan Pendidikan anak

Mistarnews.com

Kab.Bungo, Kesehatan366 Dilihat

 

MUARA BUNGO – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan keberlangsungan pendidikan anak di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Bungo. Melalui aksi sosial bertajuk kepedulian terhadap dampak kabut asap, organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut turun langsung membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat, pada 9 November 2026.

Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan di dua titik keramaian masyarakat, yakni kawasan Car Free Day (CFD) dan Pasar Rakyat Muara Bungo. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan menjangkau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar polusi udara akibat kabut asap.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Bungo, apt. Vanny Claudia Putri, S.Farm., M.K.M., didampingi Sekretaris Umum Putri Nabila Rizki, S.Pd., M.Pd., bersama Yuliah, S.Pd.I., serta sejumlah kader PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Bungo lainnya.

Dengan penuh semangat, para kader turun langsung menyapa masyarakat dan membagikan masker secara gratis. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian perempuan muda Muhammadiyah terhadap ancaman kesehatan akibat kabut asap yang tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu proses pendidikan anak-anak.

Ketua Umum PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Bungo, apt. Vanny Claudia Putri, S.Farm., M.K.M., menegaskan bahwa ancaman karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata dari berbagai pihak.

“Melalui kegiatan pembagian ribuan masker gratis ini, kami ingin menunjukkan bahwa Nasyiatul ‘Aisyiyah hadir dan peduli terhadap kesehatan masyarakat. Kabut asap akibat karhutla bukan persoalan yang dapat dianggap biasa, karena dampaknya dapat dirasakan oleh semua kalangan, terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Kami berharap langkah kecil ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang tidak sehat,” ungkap Vanny.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gerakan sosial tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda yang tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan dan pemberdayaan perempuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kesehatan dan kemanusiaan.

Sementara itu, Sekretaris Umum PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Bungo, Putri Nabila Rizki, S.Pd., M.Pd., menyoroti dampak karhutla dari sudut pandang pendidikan, khususnya terhadap keselamatan dan keberlangsungan proses belajar anak-anak.

“Ketika kita berbicara tentang karhutla, jangan hanya melihat hutan yang terbakar atau udara yang dipenuhi asap. Ada anak-anak yang kesehatannya terancam, ada aktivitas belajar yang berpotensi terganggu, dan ada hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang sehat yang harus kita perjuangkan bersama. Bagaimana anak-anak dapat belajar dengan baik apabila udara yang mereka hirup justru membahayakan kesehatannya?” ujar Putri.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan sehat agar dapat tumbuh, berkembang, dan mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana kita memastikan anak-anak dapat datang ke sekolah, belajar, dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Karena itu, menjaga lingkungan dan melindungi kesehatan anak juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.

Ia juga berharap persoalan karhutla mendapatkan perhatian bersama, baik dari pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan, sehingga upaya pencegahan dan penanganannya dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kehadiran Yuliah, S.Pd.I., bersama para kader Nasyiatul ‘Aisyiyah lainnya turut memperkuat semangat kebersamaan dalam aksi sosial tersebut. Dengan menyasar kawasan Car Free Day dan Pasar Rakyat Muara Bungo, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.

Pembagian 1.800 masker ini bukan sekadar aksi berbagi, melainkan juga pesan kepedulian bahwa ancaman kabut asap tidak boleh dibiarkan merampas hak masyarakat untuk hidup sehat dan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan berkualitas.

Melalui kegiatan tersebut, PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Bungo kembali menegaskan perannya sebagai gerakan perempuan muda Muhammadiyah yang berkemajuan, responsif terhadap persoalan sosial, serta berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah ancaman karhutla, aksi sederhana yang dilakukan dengan semangat kebersamaan menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan.

Sebab menjaga udara tetap bersih bukan hanya tentang menyelamatkan kesehatan hari ini, melainkan juga tentang melindungi ruang belajar, harapan, dan masa depan anak-anak generasi mendatang.

PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Bungo — Perempuan Muda Berkemajuan, Bergerak untuk Kemanusiaan.