Mistarnews.com
BUNGO – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Bungo terkait tuntutan masyarakat yang disampaikan LSM INAKOR bersama Ormas GEMPUR mengenai dugaan kekerasan terhadap karyawan di PT KIM, Senin (21/9/2026), berujung kekecewaan.
RDP yang sebelumnya dijadwalkan sebagai forum untuk membahas aspirasi masyarakat tersebut tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Sejumlah pihak yang dinilai berkaitan langsung dengan persoalan, termasuk pihak PT KIM, tidak hadir dalam rapat.
Selain PT KIM, Ketua DPRD Bungo dan sejumlah unsur terkait juga tidak berada dalam forum tersebut.
Ketua INAKOR Provinsi Jambi, Fahlefi, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan persoalan membuat pembahasan tidak dapat menggali persoalan secara menyeluruh.
“Bagaimana mungkin RDP bisa menghadirkan solusi jika para pengambil keputusan dan pihak yang dipersoalkan justru tidak hadir? Ini hanya panggung kosong yang menipu rakyat,” tegas Fahlefi.
Ia menilai masyarakat membutuhkan forum yang mampu memberikan penjelasan dan mencari penyelesaian atas persoalan yang mereka sampaikan, bukan sekadar agenda formal.
“RDP tanpa Ketua DPRD, tanpa aparat, tanpa perusahaan, hanyalah rapat bayangan. Rakyat tidak butuh formalitas, rakyat butuh keberanian politik untuk menegakkan keadilan,” ujarnya.
DPRD Akui Akan Koordinasi dan Jadwalkan Ulang
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bungo, H. Pardinan, SM, yang hadir dalam forum tersebut, mengatakan dirinya belum memahami secara keseluruhan persoalan yang menjadi pokok pembahasan.
Ia menjelaskan, rapat sebelumnya dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Bungo, Darwandi.
“Saya kurang memahami persoalan ini, sebab kemarin yang memimpin rapat adalah Wakil Ketua II (Darwandi, red). Nanti akan kami koordinasikan dan jadwalkan ulang kembali,” ujar Pardinan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bungo, Muhammad Adani, SH, M.Kn, saat dikonfirmasi oleh tim media melalui panggilan WhatsApp beberapa kali belum memberikan tanggapan.
Dinas Tenaga Kerja Kecewa PT KIM Tidak Hadir
Kekecewaan juga disampaikan perwakilan Dinas Ketenagakerjaan yang hadir dalam forum tersebut.
Ia menyayangkan ketidakhadiran pihak PT KIM, terlebih perusahaan tersebut disebut telah menerima undangan dari Ketua DPRD Kabupaten Bungo.
Dengan tidak hadirnya pihak PT KIM, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tuntutan masyarakat belum dapat dikonfirmasi langsung kepada pihak perusahaan dalam forum tersebut.
RDP tersebut akhirnya belum menghasilkan pembahasan substantif sebagaimana yang diharapkan para pihak yang hadir.
DPRD Bungo menyatakan persoalan tersebut akan dikoordinasikan kembali dan dijadwalkan ulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT KIM belum memberikan keterangan terkait ketidakhadiran dalam RDP maupun tudingan yang disampaikan oleh pihak INAKOR dan GEMPUR.
SEO Title: RDP DPRD Bungo Soal Dugaan Kekerasan Karyawan PT KIM Berujung Kecewa,
Perusahaan Tak Hadir
Meta Description: RDP DPRD Bungo terkait dugaan kekerasan karyawan PT KIM berujung kecewa.
PT KIM dan sejumlah unsur penting tidak hadir, DPRD berencana menjadwalkan ulang.
Caption foto: RDP DPRD Kabupaten Bungo terkait tuntutan INAKOR dan GEMPUR mengenai dugaan kekerasan terhadap karyawan PT KIM, Senin (21/9/2026), belum menghasilkan pembahasan substantif karena sejumlah pihak tidak hadir.(jf)









