Wakapolres Bungo Sambut Aksi Gempur-INAKOR, Mediasi Dugaan Kekerasan di PT KIM Dikawal

Mistarnews.com

Mistarnews.com

BUNGO – Aksi jilid II yang dilakukan Organisasi Masyarakat (Ormas) Gempur bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) INAKOR terkait dugaan kekerasan terhadap sejumlah emak-emak di kawasan pertambangan batu bara PT KIM mendapat respons dari Polres Bungo.

Usai menyampaikan aspirasi, Ketua LSM INAKOR Fahlepi bersama sejumlah perwakilan massa aksi diterima langsung oleh Wakapolres Bungo Kompol Aswindo Indriadi di Mapolres Bungo, Rabu (16/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kompol Aswindo menyambut baik penyampaian aspirasi Gempur dan INAKOR. Ia juga mengajak perwakilan massa masuk ke ruang pertemuan untuk membahas persoalan tersebut secara lebih lanjut.

Wakapolres menegaskan, kepolisian akan tetap berada pada posisi sebagai penengah dalam proses mediasi, sementara dugaan tindak kekerasan yang dilaporkan tetap ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Pada mediasi pertama telah dihadirkan sejumlah saksi, termasuk Kepala Desa setempat serta para emak-emak lainnya yang terkait, berjumlah sekitar 20 orang,” ungkap Wakapolres Bungo.

Menurutnya, Polsek setempat dalam proses tersebut berperan memfasilitasi tempat sekaligus menjadi penengah bagi para pihak yang bersengketa.

“Polsek hanya memfasilitasi tempat dan menjadi penengah. Proses hukum terkait dugaan pemukulan tersebut tetap berjalan sebagaimana ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia mengatakan, mediasi kedua akan segera dijadwalkan. Hasil dari proses tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan yang diperhatikan dalam menentukan langkah selanjutnya.

“Segala langkah selanjutnya akan juga memperhatikan hasil dari mediasi kedua tersebut,” tegas Kompol Aswindo.

Sementara itu, para pendemo menyampaikan harapan agar persoalan tersebut segera memperoleh kejelasan. Mereka meminta dugaan kekerasan terhadap warga ditangani secara transparan dan sesuai hukum, termasuk apabila ditemukan unsur pidana agar diproses berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Para peserta aksi juga berharap penanganan perkara tersebut dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian.

Setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Wakapolres Bungo, perwakilan LSM dan massa aksi Ketua Gempur Mustakim,Ketua LSM INAKOR Fahlepi,  ramos dan heri jerami menyatakan menerima keterangan yang disampaikan pihak kepolisian.

Pertemuan berlangsung kondusif. Suasana bahkan mencair setelah dialog selesai, dengan para pihak terlihat berbincang bersama di ruang pertemuan.

Aksi jilid II Gempur dan INAKOR akhirnya berakhir secara damai. Namun, perhatian terhadap dugaan kekerasan di kawasan PT KIM masih berlanjut, menunggu proses mediasi kedua dan perkembangan penanganan hukum dari pihak kepolisian.(jf)

MISTARNEWS.COM