BUNGO — Pemerintah Kabupaten Bungo kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jambi. Bupati Bungo, H. Dedy Putra, menjadi satu-satunya kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang menerima Piagam Penghargaan Pembangunan Manajemen Talenta dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung pada Kamis (3/9/2026) di Ballroom Hotel Amaris, Kabupaten Bungo.

Apresiasi itu diberikan atas keberhasilan Kabupaten Bungo menjadi instansi pertama di Provinsi Jambi yang memperoleh persetujuan penerapan Manajemen Talenta.
Capaian tersebut menjadi penanda penting bagi Pemkab Bungo dalam melakukan transformasi pengelolaan aparatur.
Manajemen Talenta diarahkan menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan kompetensi, karier, serta mobilitas talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) secara lebih terukur, objektif, dan profesional.
Momentum tersebut semakin istimewa karena Kabupaten Bungo juga dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan Manajemen ASN se-Provinsi Jambi.

Rakor strategis itu dihadiri sejumlah pejabat dan kepala daerah, di antaranya Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Heni Sri Wahyuni, Bupati Kaur Provinsi Bengkulu, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.


Dalam arahannya, Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh menekankan perlunya percepatan transformasi birokrasi, khususnya melalui pemanfaatan sistem digital dalam pelayanan kepegawaian.
Menurutnya, pola kerja birokrasi harus terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Layanan yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang dan proses tatap muka harus diarahkan menjadi lebih cepat, sederhana, mudah diakses, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Pola kerja lama dengan durasi panjang dan jam kerja terbatas harus diubah menjadi mudah, sederhana, melayani, dan membahagiakan. Saat ini BKN telah menyediakan 47 jenis layanan kepegawaian yang sepenuhnya dapat diakses secara digital tanpa perlu hadir fisik,” ujar Prof. Zudan.
Ia juga menyampaikan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam kerja sama kepegawaian tingkat Asia Tenggara dan Asia Timur melalui ASEAN Cooperation on Civil Service Matters (ACCSM), yakni transformasi digital, inovasi tanpa biaya, serta penguatan integritas pelayanan.
Bupati: Penghargaan Jadi Pemacu Pembenahan Birokrasi
Bupati Bungo H. Dedy Putra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BKN RI kepada Kabupaten Bungo sebagai tuan rumah Rakor Pembinaan Manajemen ASN se-Provinsi Jambi.
Menurutnya, penghargaan sebagai instansi pertama di Provinsi Jambi yang memperoleh persetujuan penerapan Manajemen Talenta merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Sebuah kehormatan besar bagi Kabupaten Bungo dipercaya menjadi tuan rumah Rakor ASN se-Provinsi Jambi, sekaligus menjadi instansi pertama di Jambi yang meraih persetujuan serta penghargaan penerapan Manajemen Talenta ini.
Arahan dari Kepala BKN RI menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus membenahi birokrasi, mengakselerasi digitalisasi, dan mewujudkan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat,” tegas Bupati H. Dedy Putra.
Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan. Penerapan Manajemen Talenta dituntut mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas birokrasi, terutama dalam menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi.
Pemkab Bungo juga diharapkan terus menjaga konsistensi dalam melakukan reformasi birokrasi, memperkuat digitalisasi layanan, meningkatkan profesionalisme ASN, serta menciptakan sistem pengembangan karier yang transparan dan berkeadilan.
Dengan menjadi pionir penerapan Manajemen Talenta ASN di Provinsi Jambi sekaligus sukses menjadi tuan rumah Rakor Pembinaan Manajemen ASN, Kabupaten Bungo memiliki peluang untuk menjadi contoh dalam penerapan tata kelola kepegawaian modern.
Ke depan, penghargaan ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan kualitas, bukan sekadar simbol prestasi, sehingga reformasi manajemen ASN benar-benar bermuara pada satu tujuan utama: menghadirkan birokrasi yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat serta terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bungo.(jufri)
Mistarnews.com







