Mistarnews.com
BUNGO – Kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Bungo. Kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat, dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 223, membuat Pemerintah Kabupaten Bungo kembali mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke rumah.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring diberlakukan selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 September 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak buruk paparan udara tercemar terhadap peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Hj. Anna Lukita, mengatakan keputusan tersebut mengacu pada hasil pemantauan kualitas udara yang menunjukkan angka ISPU mencapai 223.
Menurutnya, kondisi kualitas udara tersebut menjadi pertimbangan utama pemerintah untuk kembali memindahkan aktivitas pembelajaran ke rumah.
“Peserta didik juga tidak diarahkan melakukan aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan,” kata Anna.
Selama PJJ berlangsung, seluruh satuan pendidikan diminta tetap melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran yang tersedia.
Anna juga mengimbau para orang tua dan seluruh warga sekolah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.
Ia menyebut kebijakan PJJ kali ini merupakan perpanjangan yang telah diberlakukan untuk keempat kalinya akibat kondisi kualitas udara.
“Kami berharap ini menjadi perhatian bagi seluruh kepala sekolah. Orang tua juga diharapkan mendampingi dan memastikan anak-anak tetap mengikuti pembelajaran dari rumah selama kebijakan ini diberlakukan,” harapnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, lanjut Anna, akan terus memantau perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut.
Sementara itu, keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran setelah 19 September 2026 akan disampaikan kemudian dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kualitas udara.(jufri)








